
Dalam proses pengolahan suku cadang otomotif, proses pengeringan lapisan bubuk tidak hanya soal mencapai suhu tertentu saja. Yang penting adalah kinetika reaksi kimia yang terjadi selama proses pengeringan tersebut. Jika waktu pengeringan tidak tepat, maka lapisan yang dihasilkan akan lemah, mudah rusak akibat gesekan, dan tidak dapat digunakan dalam proses pengiriman barang.
Oleh karena itu, kami menggunakan pendekatan hibrida: sinar inframerah untuk memberikan panas secara merata, dan sinar ultraviolet untuk memulai reaksi fotoinisiasi. Dengan cara ini, prosesnya menjadi lebih akurat.
Kami menggunakan lampu uap merkuri bertekanan sedang, yang dilengkapi dengan reflektor dikroik. Lampu ini dirancang agar menghasilkan spektrum cahaya yang stabil pada panjang gelombang 365 nm. Intensitas cahaya pada permukaan bahan mencapai 12 W/cm², sehingga total energi yang diberikan mencapai 800 mJ/cm² dalam satu kali proses, dengan kecepatan produksi hingga 12 m/min.
Lapisan kuarsa dan desain yang bebas ozon membantu menjaga suhu lampu tetap rendah. Sementara itu, bagian pemancar cahaya inframerah membantu meningkatkan suhu bahan secara cepat, sehingga bubuk tersebut dapat meleleh. Alat pengukur spektrum memberikan umpan balik yang akurat, sehingga intensitas cahaya tetap berada dalam kisaran ±3% selama 3.000 jam. Intensitas cahaya ultraviolet juga tetap stabil, yaitu kurang dari 8%, selama 5.000 jam.
Inilah alasan mengapa metode ini cocok digunakan dalam produksi. Bubuk yang digunakan pada braket, housing, dan komponen lainnya perlu dikeringkan dengan cepat, tanpa merusak bagian-bagian yang tipis. Cahaya inframerah membantu membuka struktur molekul bubuk dalam hitungan detik; setelah itu, sinar ultraviolet akan memulai reaksi fotoinisiasi, sehingga proses pengeringan dapat selesai pada suhu yang lebih rendah.
Hasilnya? Waktu proses pengeringan berkurang sebesar 35%, konsumsi energi berkurang sebesar 20%, dan warna permukaan yang berwarna putih atau pastel menjadi lebih cerah. Proses pengeringan tetap konsisten, baik pada bahan baja, aluminium, maupun bahan yang dilapisi PET. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa proses pengeringan didorong oleh dosis foton, bukan oleh kondisi oven.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan sistem ini. Pastikan daya lampu sesuai dengan lebar bahan yang diproses, serta pastikan spektrum cahaya yang digunakan sesuai dengan karakteristik bubuk yang digunakan. Panjang gelombang 365 nm merupakan standar, tetapi beberapa formulasi bubuk membutuhkan panjang gelombang 385 nm atau 405 nm.
Lampu hibrida ini membutuhkan sumber daya listrik khusus, serta aliran udara yang bersih di sekitar reflektor. Debu di permukaan reflektor akan mengurangi efektivitas lampu secara drastis.
Pastikan jarak antara lampu dan bahan yang diproses sekitar 150 mm, serta pastikan koneksi antara lampu dan sistem konveyor berfungsi dengan baik. Dengan penyesuaian yang tepat dan sistem pendinginan yang efektif, sistem ini akan beroperasi dengan baik. Namun, kinerjanya akan menurun jika geometri reflektor diubah atau jika lampu dioperasikan dengan daya yang kurang dari nilai yang ditentukan.